Bentrok Berdarah di Adonara, Dua Warga Tewas dan Tiga Terluka dalam Konflik Tanah Adat

konflik adonara
Aparat TNI ikut turun lapangan saat konflik berlangsung. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Dua korban dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan, masing-masing ke RSUD Lewoleba di Kabupaten Lembata dan RSUD Larantuka di Kabupaten Flores Timur.

Polisi Lakukan Penanganan di Lokasi

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, membenarkan terjadinya bentrokan tersebut.

Menurutnya, aparat kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan melakukan penanganan terhadap peristiwa tersebut.

“Sementara masih ditangani anggota yang dipimpin Wakapolres,” ujar AKBP Adhitya Octorio Putra, Sabtu (18/7/2026).

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan penyebab bentrokan yang kembali pecah.

Konflik Dipicu Sengketa Tanah Adat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan diduga dipicu oleh perselisihan mengenai klaim kepemilikan tanah adat antara warga Desa Waiburak dan Desa Narasaosina.

Persoalan tersebut merupakan konflik lama yang hingga kini belum menemukan penyelesaian permanen, meskipun telah beberapa kali dimediasi oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama aparat keamanan.

Belum tuntasnya penyelesaian sengketa membuat ketegangan antarwarga kembali meningkat dan berujung pada bentrokan.

Pernah Terjadi Bentrokan Besar Sebelumnya

Konflik antara kedua desa bukan kali pertama terjadi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version