Polisi menemukan lubang sepanjang 1,20 meter pada bagian lantai jembatan yang patah.
Hasil investigasi awal juga mengungkap kondisi memprihatinkan pada fasilitas keselamatan di lokasi wisata tersebut. Jaringan pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan dilaporkan rusak hingga 90 persen dan sebagian besar papan pijakan dalam kondisi goyang, lapuk, bahkan terlepas dari rangka jembatan.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sebagian papan jembatan sudah goyang dan terangkat. Selain itu, tidak ditemukan SOP tertulis terkait pengecekan rutin jembatan maupun sistem keselamatan wisata,” jelas Kapolres.
Sebelum kejadian, pemandu lokal disebut sempat mengingatkan korban mengenai kondisi jalur trekking yang licin akibat cuaca. Namun kondisi jembatan yang sudah tidak layak diduga menjadi faktor utama penyebab kecelakaan maut tersebut.
Penyelidikan kini melebar ke aspek administrasi dan pengelolaan kawasan wisata. Polisi menemukan adanya pungutan retribusi resmi bagi wisatawan yang hasilnya mengalir ke kas Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Desa Cunca Wulang.
Ironisnya, fasilitas keselamatan dasar justru dinilai minim. Polisi menyebut tidak ada rambu peringatan bahaya, fasilitas asuransi wisata, maupun pramuwisata resmi yang bersertifikat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
