Topik : 

Polri Kirim Bantuan Logistik ke Ende Lewat Laut, KP Pomana Angkut Ratusan Paket Kebutuhan Warga

Ditpolairud
Bantuan gempa diangkut menggunakan KP Pomana XXII-3017 dari Pelabuhan Perikanan Tenau, Kota Kupang, menuju Pelabuhan Ippi, Kabupaten Ende, pada Sabtu (29/8/2026) malam. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Ende, FloresTIMES.ID – Polri kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengirimkan bantuan logistik melalui jalur laut.

Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan KP Pomana XXII-3017 dari Pelabuhan Perikanan Tenau, Kota Kupang, menuju Pelabuhan Ippi, Kabupaten Ende, pada Sabtu (29/8/2026) malam.

Baca Juga:
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Sudah 100 Orang, Jumlah Pengungsi Capai 180.327 Orang

Kapal patroli tersebut diberangkatkan sekitar pukul 22.20 WITA oleh Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution.

Pengiriman melalui jalur laut menjadi salah satu strategi Polri untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat di wilayah terdampak yang membutuhkan dukungan, terutama dengan kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau.

KP Pomana Bawa Ratusan Paket Bantuan

KP Pomana XXII-3017 membawa berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Ende.

Kapal tersebut diawaki oleh delapan personel yang bertugas memastikan perjalanan sekaligus pengiriman bantuan berlangsung aman hingga tiba di Pelabuhan Ippi Ende.

Baca Juga:
Bus Kayu Angkut 47 Penumpang Terguling di Manggarai Barat, Dua Orang Meninggal Dunia

Beragam kebutuhan dasar yang diangkut mencakup bahan pangan, perlengkapan memasak, kebutuhan bayi, pakaian, tikar, selimut hingga air minum.

Adapun bantuan yang diberangkatkan terdiri dari 393 dos mi instan, 30 buah kompor portable, 240 buah tabung portable, 27 karung beras ukuran 40 kilogram, 25 karung beras SPHP ukuran 5 kilogram, 6 dos susu Dancow putih, 5 dos minyak goreng ukuran 500 mililiter, 8 dos biskuit Roma Kelapa, 8 dos ikan sarden kaleng, 17 dos biskuit UBM Mini, 25 dos biskuit Roma Malkist, 2 dos biskuit Gabin, dan 20 dos air mineral gelas.

Bantuan juga dilengkapi dengan kebutuhan lainnya, yakni satu dos kopi Kapal Api, dua dos kopi Top Moka, dua dos roti Hoka, tiga dos deterjen Daia, satu bal pakaian bayi, sembilan karung pakaian layak pakai, 50 tikar kecil, 12 tikar besar dan 50 selimut.

Selain logistik tersebut, turut diangkut 10 unit coolbox ikan yang merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Secara keseluruhan, bantuan yang diberangkatkan terdiri atas 502 dos, 61 karung dan 10 unit coolbox dengan berbagai jenis kebutuhan.

Polri Pastikan Bantuan Tiba dan Segera Disalurkan

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan pengiriman bantuan melalui jalur laut merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Polri berupaya hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Bantuan ini merupakan komitmen Polri untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Henry.

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan sinergi dan gotong royong dari berbagai pihak.

Bantuan yang dikirim, kata Henry, bukan semata-mata bantuan material, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran negara dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kami berharap seluruh bantuan yang diberangkatkan dapat tiba dengan aman dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus mendukung upaya penanganan bencana dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan serta bantuan secara maksimal,” lanjutnya.

Jalur Laut Jadi Pilihan Penting Distribusi Bantuan di NTT

Karakteristik geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat jalur laut memiliki peran penting dalam mobilisasi logistik dan bantuan kemanusiaan.

Karena itu, keberangkatan KP Pomana XXII-3017 menjadi bagian dari strategi distribusi bantuan agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera dipenuhi.

Delapan personel kapal selanjutnya mengemban tugas mengantarkan seluruh bantuan menuju Pelabuhan Ippi Ende.

Setelah tiba di Ende, bantuan tersebut diharapkan dapat segera diterima dan didistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dari Pengamanan hingga Misi Kemanusiaan

Pemberangkatan bantuan ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak terbatas pada aspek keamanan.

Polri turut mengambil bagian dalam berbagai misi kemanusiaan, mulai dari mendukung evakuasi, menjaga keamanan masyarakat, membantu distribusi logistik hingga memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan, setiap bantuan memiliki arti tersendiri.

Satu karung beras dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sebuah keluarga. Satu selimut dapat memberikan kehangatan. Sementara kompor dan perlengkapan memasak dapat membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan.

Bagi masyarakat terdampak bencana, bantuan tersebut bukan hanya barang yang dikirim dari satu daerah ke daerah lain. Lebih dari itu, bantuan menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit dan proses panjang menuju pemulihan. (*/ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version