Di SDI Pelus Ara, tim mengadakan permainan edukatif yang dikemas secara interaktif. Sementara di MAN Manggarai Timur, mahasiswa memberikan sosialisasi tentang dunia perkuliahan sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga kekayaan hayati khas Nusa Tenggara Timur.
Edukasi Pelestarian Komodo untuk Generasi Muda
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah edukasi mengenai pelestarian Komodo sebagai satwa endemik NTT yang telah diakui sebagai warisan dunia.
Mahasiswa peserta kegiatan, Jason Jeremy Mondolang, mengatakan edukasi tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kekayaan alam daerahnya.
“Kami membawa materi tentang satwa endemik NTT agar generasi muda di sana memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga kelestarian Komodo sebagai warisan dunia,” ujarnya.
Menurut Jason, pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak dini agar masyarakat memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem di daerahnya.
Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai
Selain sektor pendidikan, isu lingkungan juga menjadi fokus utama dalam Kemah Kerja Berdampak. Mahasiswa dan dosen melaksanakan berbagai aksi konservasi di sejumlah lokasi.
Di wilayah Riung, tim melakukan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Sementara di Pulau Rutong, peserta kegiatan menggelar aksi bersih pantai untuk mengurangi pencemaran sampah di kawasan pesisir.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
