Borong, FloresTIMES.ID – Pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak. Pemerintah juga diminta memberi perhatian serius terhadap trauma masyarakat yang masih dihantui gempa susulan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengatakan, sebagian warga terdampak gempa hingga kini masih belum berani kembali tidur di dalam rumah.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi masyarakat terdampak gempa di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, baru-baru ini.
Dalam kunjungan tersebut, Kholid melihat langsung kondisi warga yang masih diliputi rasa takut akibat gempa yang terus terjadi. Sebagian masyarakat memilih tidur di tenda pada malam hari karena belum merasa aman berada di dalam rumah.
Selain berdialog dengan warga, Kholid turut menyerahkan bantuan berupa sembako, susu anak, serta buku cerita untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, khususnya anak-anak.
“Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat,” ujar Kholid dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 5 September 2026.
Warga Masih Tidur di Tenda karena Takut Gempa Susulan
Menurut Kholid, kondisi warga yang masih memilih bertahan di tenda menunjukkan bahwa dampak bencana tidak berhenti ketika gempa utama berlalu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










