Pemerintah pusat juga tengah menyiapkan pembangunan sekolah darurat dengan memanfaatkan material lokal, termasuk bambu dan bahan lainnya.
Solusi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan sementara sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah secara permanen.
Sekolah Didorong jadi Ruang Pemulihan Trauma
Selain kerusakan fisik, Gubernur Melki memberikan perhatian terhadap dampak psikologis yang dialami siswa dan guru pascagempa.
Menurutnya, trauma akibat bencana tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Karena itu, pemulihan pendidikan harus berjalan bersamaan dengan penanganan kesehatan dan pemulihan psikososial.
“Trauma healing ini masih akan terjadi berbulan-bulan. Tiap sekolah perlu ada tim pendampingan. Harus ada kekuatan dari sekolah sendiri, jangan hanya berharap dari luar,” ujarnya.
Melki menilai kondisi kesehatan mental masyarakat di lokasi pengungsian perlu menjadi perhatian serius karena anak-anak dan keluarga terdampak masih menghadapi situasi penuh ketidakpastian.
“Mental health di pengungsian ini berat berkali-kali lipat dibanding situasi normal. Ini penting karena kesehatan mental akan menjadi masalah serius di pengungsian,” tegasnya.
Ia mendorong setiap sekolah membentuk tim pendampingan psikososial dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
