Pendekatan trauma healing, kata Melki, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan medis dan klinis, tetapi juga dapat memanfaatkan media, seni, budaya dan kearifan lokal.
Perhatian juga harus diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan yang turut menjadi korban terdampak gempa.
Sebagian guru mengalami kerusakan bahkan kehilangan tempat tinggal. Di tengah kondisi tersebut, mereka tetap diharapkan mampu mendampingi siswa dalam proses pemulihan.
Jam Belajar Masyarakat Kembali Diaktifkan
Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, Gubernur Melki juga meminta program Jam Belajar Masyarakat kembali diaktifkan.
Program tersebut dapat menjadi alternatif ruang belajar bagi anak-anak di lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama di wilayah yang belum mampu melaksanakan pembelajaran secara normal.
Menurut Melki, pemulihan pendidikan harus menjadi kerja bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, perguruan tinggi, komunitas budaya, tenaga kesehatan, lembaga adat dan seluruh elemen masyarakat.
“Yang kita pulihkan bukan hanya bangunan sekolah. Kita harus memulihkan anak-anak, guru dan seluruh kehidupan pendidikan. Sekolah harus kembali menjadi ruang yang aman agar anak-anak bisa belajar dan perlahan pulih dari trauma,” pungkasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
