Bentrok Berdarah di Adonara, Dua Warga Tewas dan Tiga Terluka dalam Konflik Tanah Adat

konflik adonara
Aparat TNI ikut turun lapangan saat konflik berlangsung. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Larantuka, FloresTIMES.ID – Konflik berkepanjangan antara warga Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memakan korban jiwa.

Bentrokan yang terjadi pada Sabtu (18/7/2026) menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan belum tuntasnya penyelesaian sengketa tanah adat yang selama bertahun-tahun menjadi pemicu konflik di wilayah tersebut.

Dua Korban Meninggal Dunia

Salah satu korban meninggal dunia diketahui bernama Nayamudin Iskandar (21), warga Dusun Bele, Desa Waiburak.

Korban mengalami luka tembak di bagian dada kiri yang mengenai jantung sehingga tidak dapat diselamatkan.

Sementara satu korban lainnya merupakan seorang pria yang berasal dari Desa Narasaosina. Hingga kini, identitas korban tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.

Baca Juga:
Siswa SMAN 1 Komodo Manggarai Barat Wakili NTT di Paskibraka Tingkat Pusat 2026

Tiga Korban Lain Dirawat dan Dirujuk ke Rumah Sakit

Selain dua korban meninggal, bentrokan juga mengakibatkan tiga warga mengalami luka-luka.

Ketiga korban terdiri atas satu perempuan dan dua laki-laki yang merupakan warga Dusun Bele, Desa Waiburak.

Mereka sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ile Boleng sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Baca Juga:
Gigih Subagio Wijaya Resmi Dilantik sebagai Kajari Ende, Disambut Forkopimda Setibanya di Ende

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version