Labuan Bajo, FloresTIMES.ID – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) turun langsung menemui penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua PP PMKRI, Yohanes Tola, S.T., menyambangi warga terdampak di Kampung Wae Dangka, Desa Racang Welak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk simpati. PP PMKRI juga melakukan pendataan kondisi warga, mendengarkan kesaksian para penyintas, serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat setelah bencana.
Hasil peninjauan lapangan itu akan menjadi bahan advokasi PMKRI untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasi warga kepada pemerintah serta pemangku kebijakan.
Yohanes Tola menegaskan, PMKRI ingin memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan hak untuk menjalani kehidupan yang layak dan memperoleh dukungan pemulihan secara berkelanjutan.
“Kami hadir di Wae Dangka bukan sekadar membawa bantuan fisik, tetapi untuk memastikan bahwa saudara-saudari kita di sini tidak dibiarkan berjuang sendirian. Penderitaan mereka adalah duka kita bersama, dan suara serta air mata mereka akan kami kawal hingga ke meja para pemangku kebijakan,” ujar Yohanes.
PMKRI Bawa Sembako hingga Perlengkapan Mandi
Dalam kunjungan tersebut, Yohanes Tola didampingi kader PMKRI Cabang Labuan Bajo dan PMKRI Cabang Denpasar.
Rombongan membawa bantuan tanggap darurat berupa paket sembako, selimut, serta perlengkapan mandi untuk warga terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat yang masih bertahan dalam kondisi serba terbatas setelah gempa.
Kampung Wae Dangka dipilih sebagai salah satu lokasi kunjungan karena termasuk wilayah yang mengalami dampak cukup parah di Manggarai Barat.
Sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan ambruk total dan rata dengan tanah akibat gempa. Kondisi tersebut membuat sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal sekaligus menghadapi tantangan pemulihan yang tidak ringan.
Dengarkan Langsung Keluhan Penyintas Gempa
Kehadiran rombongan PP PMKRI disambut Camat Welak Heribertus Manggas bersama jajaran Pemerintah Desa Racang Welak dan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Yohanes berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka.
Dialog tersebut menjadi ruang bagi para penyintas untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, termasuk kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan pemulihan setelah bencana.
PP PMKRI kemudian mendokumentasikan kondisi lapangan sebagai bagian dari proses pendataan dan bahan advokasi.
PMKRI Desak Pemerintah Pusat Kawal Pemulihan
Yohanes Tola menilai proses rehabilitasi pascagempa membutuhkan dukungan pemerintah secara berkelanjutan. Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat pemulihan berskala besar sulit hanya mengandalkan APBD kabupaten dan provinsi.
Karena itu, PMKRI mendorong Pemerintah Pusat mengambil peran lebih besar dalam memastikan proses rehabilitasi berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Yohanes juga mengapresiasi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penanganan bencana di NTT. Namun, ia meminta perhatian tersebut dilanjutkan melalui program pemulihan jangka panjang.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah turun langsung ke NTT. Namun, perhatian ini mesti lebih dalam dan berkelanjutan,” tegas Yohanes.
Ia secara khusus meminta pemerintah mengawal pemulihan berbagai infrastruktur vital, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah warga.
Selain pembangunan fisik, PMKRI juga menilai pemulihan kondisi mental masyarakat terdampak perlu mendapat perhatian serius setidaknya selama satu tahun ke depan.
Menurut Yohanes, pendampingan psikososial penting untuk membantu masyarakat, khususnya korban yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami trauma akibat bencana, kembali menjalani kehidupan secara normal.
Camat Welak Apresiasi Kepedulian PMKRI
Aksi kemanusiaan dan advokasi yang dilakukan PP PMKRI mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Welak.
Camat Welak Heribertus Manggas menyampaikan terima kasih atas kepedulian PMKRI yang turun langsung menemui masyarakat terdampak.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PP PMKRI, Adinda Yohanes Tola, beserta rombongan. Kehadiran dan kepedulian adik-adik mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi pelita harapan bagi warga kami,” ungkap Heribertus.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat terdampak menjadi bukti bahwa penanganan bencana membutuhkan gotong royong berbagai elemen bangsa.
PP PMKRI memastikan hasil pendataan dan temuan selama kunjungan lapangan akan dikawal sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan penyintas gempa Flores kepada pemerintah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan sekaligus memastikan masyarakat terdampak tidak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan tempat tinggal, layanan dasar, serta kehidupan yang layak setelah bencana. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
