Elena juga menyampaikan dukacita atas bencana gempa bumi yang melanda daratan Flores.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa sistem kesehatan harus dipersiapkan agar mampu bertahan dan beradaptasi ketika terjadi bencana.
“Project Mentari Adaptif dan Ketahanan Layanan Kebidanan di NTT merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat sistem kesehatan reproduksi, khususnya keselamatan ibu dan bayi, di wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam,” ujarnya.
Elena mengatakan Kick Off Project Mentari menjadi momentum awal kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan bidan dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Flores Timur.
Pemerintah Australia, lanjutnya, mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan sistem kesehatan, terutama pelayanan bagi ibu dan bayi ketika terjadi situasi krisis.
Bidan jadi Garda Terdepan saat Bencana
Ketua AIPKIN, Dra. Jumiarni Ilyas, M.Kes, mengatakan bidan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama di tingkat desa.
Menurutnya, bencana dapat menyebabkan akses menuju fasilitas kesehatan terganggu bahkan terputus. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan bayi baru lahir akibat keterlambatan mendapatkan pelayanan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
