Mbay, FloresTIMES.ID – Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, resmi membuka kegiatan San Jose Youth Day Paroki Santo Josef Raja Tahun 2026 di Stasi Santo Paulus Wea Au, Desa Wea Au, Kecamatan Boawae, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan pembinaan iman bagi Orang Muda Katolik (OMK) tersebut diawali dengan Ibadat Pembukaan yang dipimpin Pastor Rekan Paroki Santo Josef Raja, RD. Albertus Dau Djanggo. San Jose Youth Day 2026 mengusung tema “Meniti Iman, Merajut Harapan, Mempersiapkan Masa Depan Kristiani.”
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Pastor Paroki Santo Josef Raja RD. Wilhelmus Bertolomeus, Sekretaris Desa Wea Au Rokus Goa Owa, Seksi Kepemudaan Paroki Santo Josef Raja Yohanes Wawo, Ketua Panitia Severinus Seda, para pembina OMK, tokoh umat, serta ratusan peserta dan umat Katolik setempat.
San Jose Youth Day berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan seni, olahraga, dan kreativitas panggung. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang bukan semata-mata sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan iman, serta mempererat persaudaraan antarkaum muda Katolik.
Wabup Gonzalo: OMK Punya Peran Strategis
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mengaku bersyukur dapat hadir dan bertemu langsung dengan para OMK dalam kegiatan tersebut.
Gonzalo juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pengalaman dalam kegiatan kepemudaan dan pelayanan di lingkungan gereja.
“Saya senang bisa berada di sini karena saya juga bagian dari aktivis OMK, pernah aktif dalam organisasi kepemudaan paroki, bahkan pernah dipercaya menjadi Ketua KUB,” kenangnya.
Menurut Gonzalo, San Jose Youth Day memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan pertemuan atau perlombaan antar-OMK.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk mempererat persaudaraan, memperdalam iman, membangun karakter, sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan di kalangan generasi muda.
“Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Orang Muda Katolik memiliki peran yang sangat penting sebagai penggerak kehidupan gereja sekaligus mitra strategis dalam pembangunan Kabupaten Nagekeo,” ujarnya.
Tantangan Era Digital
Gonzalo juga menyoroti perubahan pola interaksi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi pada sisi lain dapat mengurangi kesempatan orang muda untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung.
Karena itu, ia menilai kegiatan seperti San Jose Youth Day menjadi penting untuk menjaga budaya perjumpaan dan kebersamaan di kalangan generasi muda.
“Saya sering mengikuti berbagai kegiatan di tingkat keuskupan dan salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah menurunnya partisipasi orang muda untuk berkumpul secara langsung. Teknologi memang memudahkan komunikasi, tetapi jangan sampai menghilangkan semangat kebersamaan,” katanya.
Gonzalo mengapresiasi tingginya keterlibatan OMK dalam kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan penuh sukacita sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat di tempat kegiatan.
“Saya berharap seluruh Orang Muda Katolik dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai dengan penuh sukacita, menjaga persaudaraan, menjalin silaturahmi dengan umat setempat, dan membawa pulang pengalaman iman yang semakin menguatkan panggilan pelayanan di tengah masyarakat,” harapnya.
Bukan Sekadar Kompetisi
Sementara itu, dalam homilinya, RD. Albertus Dau Djanggo mengajak para peserta memaknai San Jose Youth Day sebagai perwujudan kasih Allah yang tidak pernah berkesudahan.
Mengacu pada pesan Nabi Yeremia, ia menjelaskan bahwa Allah tetap setia mengasihi umat-Nya meskipun manusia berulang kali menyimpang dari jalan-Nya.
Kesetiaan tersebut, menurutnya, harus menjadi teladan bagi Orang Muda Katolik dalam membangun persaudaraan dan menjalankan pelayanan.
“Kasih itu telah hidup di rayon-rayon kita melalui pengorbanan waktu, tenaga, dan kebersamaan dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peserta memang datang dari rayon yang berbeda, tetapi seluruhnya dipersatukan dalam semangat persaudaraan.
RD. Albertus juga mengingatkan bahwa San Jose Youth Day tidak boleh dimaknai hanya sebagai arena perlombaan.
“Kita datang bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi untuk terlibat. Orang Muda Katolik sejati adalah mereka yang hadir di tengah sesamanya, menjadi pembawa kasih Allah, dan berani membuka diri terhadap segala kebaikan yang dapat dipelajari dari orang lain,” pesannya.
Pastor Paroki Dorong OMK Berani Menentukan Masa Depan
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pastor Paroki Santo Josef Raja, RD. Wilhelmus Bertolomeus.
Ia memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah bekerja mempersiapkan San Jose Youth Day 2026.
“Saya atas nama Dewan Pastoral Paroki dan seluruh umat memberikan dukungan penuh kepada adik-adik Orang Muda Katolik yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
RD. Wilhelmus mengajak para OMK menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperbarui iman, menumbuhkan harapan, sekaligus mempersiapkan masa depan.
“Pilihan-pilihan yang kalian ambil hari ini akan menentukan masa depan. Karena itu teruslah membangun iman, menjaga harapan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berguna bagi Gereja maupun masyarakat,” pesannya.
Diikuti Sekitar 400 OMK dari 10 Rayon
Ketua Panitia San Jose Youth Day 2026, Severinus Seda, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari 10 rayon di wilayah Paroki Santo Josef Raja.
Kesepuluh rayon tersebut yakni Rayon Raja Ola, Raja I, Raja II, Raja Timur, Raja Baru, Doeameli, Wolowea I, Wolowea II, Wolowea III, dan Rayon Wea Au.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai perlombaan dan aktivitas kreatif yang menjadi sarana untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, serta memperkuat kebersamaan.
Severinus berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar serta memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
“Mari kita jadikan San Jose Youth Day ini sebagai pengalaman iman yang membawa perubahan positif sehingga setelah kembali ke rayon masing-masing kita semakin siap menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan menjadi terang bagi sesama,” ajaknya.
Pembukaan San Jose Youth Day 2026 berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan bagi lahirnya generasi OMK yang tangguh dalam iman, kuat dalam persaudaraan, dan siap mengambil bagian dalam pelayanan Gereja maupun pembangunan Kabupaten Nagekeo. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
