Ruteng, FloresTimes.ID – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil menuntaskan program pengabdian masyarakat bertajuk Kemah Kerja Berdampak yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Pulau Flores.
Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 2 hingga 11 Mei 2026 itu melibatkan dosen dan mahasiswa dalam berbagai aksi sosial, pendidikan, serta pelestarian lingkungan. Wilayah yang menjadi lokasi kegiatan meliputi Bajawa, Riung, Pota, Reo, Ruteng hingga Golo Lobos.
Program ini menjadi bagian dari implementasi visi “Undana Unggul dan Berdampak”, yang mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan komunikasi secara langsung di tengah masyarakat.
Salurkan Ratusan Paket Literasi untuk Pelajar
Rangkaian kegiatan diawali dengan gerakan penggalangan donasi yang melibatkan masyarakat dan sejumlah komunitas, termasuk Babagidenghati. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan kepada siswa di berbagai daerah pelosok Flores.
Lebih dari 300 paket alat tulis dan buku diserahkan kepada para pelajar, termasuk di SDI Pelus Ara dan MAN Manggarai Timur. Selain bantuan pendidikan, mahasiswa juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak.
Di SDI Pelus Ara, tim mengadakan permainan edukatif yang dikemas secara interaktif. Sementara di MAN Manggarai Timur, mahasiswa memberikan sosialisasi tentang dunia perkuliahan sekaligus memperkenalkan pentingnya menjaga kekayaan hayati khas Nusa Tenggara Timur.
Edukasi Pelestarian Komodo untuk Generasi Muda
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah edukasi mengenai pelestarian Komodo sebagai satwa endemik NTT yang telah diakui sebagai warisan dunia.
Mahasiswa peserta kegiatan, Jason Jeremy Mondolang, mengatakan edukasi tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kekayaan alam daerahnya.
“Kami membawa materi tentang satwa endemik NTT agar generasi muda di sana memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga kelestarian Komodo sebagai warisan dunia,” ujarnya.
Menurut Jason, pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak dini agar masyarakat memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem di daerahnya.
Tanam Mangrove dan Bersihkan Pantai
Selain sektor pendidikan, isu lingkungan juga menjadi fokus utama dalam Kemah Kerja Berdampak. Mahasiswa dan dosen melaksanakan berbagai aksi konservasi di sejumlah lokasi.
Di wilayah Riung, tim melakukan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir. Sementara di Pulau Rutong, peserta kegiatan menggelar aksi bersih pantai untuk mengurangi pencemaran sampah di kawasan pesisir.
Kegiatan pelestarian lingkungan juga dilakukan di Ruteng melalui penanaman 150 bibit pohon yang mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai.
Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang semakin dirasakan di berbagai wilayah NTT, baik di kawasan pesisir maupun dataran tinggi.
Mahasiswa Didorong Menjadi Agen Perubahan
Bagi peserta, program ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman sosial dan budaya.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat di berbagai daerah Flores, mahasiswa mendapat kesempatan memahami tantangan pembangunan, ketimpangan akses pendidikan, serta kondisi sosial yang dihadapi masyarakat di wilayah terpencil.
Pengalaman tersebut sekaligus mengasah kemampuan komunikasi sosial, kepemimpinan, dan empati yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika terjun ke masyarakat.
Keberhasilan Kemah Kerja Berdampak menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan aksi sosial mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui program ini, Undana kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan dan kemajuan daerah.
Semangat berbagi pengetahuan, menjaga lingkungan, dan menumbuhkan mimpi bagi generasi muda Flores menjadi jejak positif yang diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak untuk melakukan gerakan serupa di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
