Menurutnya, dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi faktor penting agar kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.
Dengan terealisasinya seluruh rencana mobilisasi antardaerah, total beras yang disiapkan untuk penanganan bencana di NTT mencapai 93.782 ton.
Cadangan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak selama masa tanggap darurat, tetapi juga disiapkan untuk menghadapi kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat maupun bencana susulan.
Kebutuhan 14 Hari Diperkirakan 1.890 Ton
Bulog telah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan beras selama masa tanggap darurat.
Untuk 14 hari pertama, kebutuhan beras diperkirakan mencapai 1.890 ton yang diperuntukkan bagi sekitar 150.576 warga terdampak.
Bulog juga menyiapkan skenario apabila masa tanggap darurat diperpanjang hingga 10 kali. Dalam skenario tersebut, cadangan tambahan yang dialokasikan mencapai 18.900 ton.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga apabila kondisi di lapangan membutuhkan waktu penanganan yang lebih panjang.
Bulog Hitung Kebutuhan Bantuan Pangan Tiga Bulan
Selain kebutuhan darurat akibat bencana, Bulog turut memperhitungkan kebutuhan program Bantuan Pangan untuk tiga bulan mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










