iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

177.678 Siswa Terdampak Gempa, Gubernur Melki Dorong Sekolah Darurat di Flores

Avatar photo
siswa di nagekeo
Sejumlah siswa belajar di halaman usai gedung sekolah roboh dihantam gempa. (Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT)
  • Bagikan

Pendekatan trauma healing, kata Melki, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan medis dan klinis, tetapi juga dapat memanfaatkan media, seni, budaya dan kearifan lokal.

Perhatian juga harus diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan yang turut menjadi korban terdampak gempa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Sebagian guru mengalami kerusakan bahkan kehilangan tempat tinggal. Di tengah kondisi tersebut, mereka tetap diharapkan mampu mendampingi siswa dalam proses pemulihan.

Jam Belajar Masyarakat Kembali Diaktifkan

Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, Gubernur Melki juga meminta program Jam Belajar Masyarakat kembali diaktifkan.

Baca Juga:
Trauma Gempa, Warga Manggarai Masih Tidur di Tenda dan Kesulitan Mencari Nafkah

Program tersebut dapat menjadi alternatif ruang belajar bagi anak-anak di lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama di wilayah yang belum mampu melaksanakan pembelajaran secara normal.

Menurut Melki, pemulihan pendidikan harus menjadi kerja bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, perguruan tinggi, komunitas budaya, tenaga kesehatan, lembaga adat dan seluruh elemen masyarakat.

“Yang kita pulihkan bukan hanya bangunan sekolah. Kita harus memulihkan anak-anak, guru dan seluruh kehidupan pendidikan. Sekolah harus kembali menjadi ruang yang aman agar anak-anak bisa belajar dan perlahan pulih dari trauma,” pungkasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *