Jakarta, FloresTIMES.ID – Aktivitas kegempaan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus berlangsung setelah gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 7.029 gempa bumi susulan hingga Selasa (25/8/2026) pukul 05.00 WIB.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, BMKG mencatat gempa dengan kekuatan terbesar mencapai M6,2. Sebanyak 32 gempa susulan memiliki magnitudo di atas M5.
Sementara itu, sebanyak 141 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
“Total gempa bumi susulan 7.029, magnitudo terbesar M6,2,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 100 Orang
Dampak gempa Flores juga terus mengalami perkembangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Senin (24/8/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 100 orang.
Selain korban meninggal, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai 180.327 jiwa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, peningkatan angka korban meninggal terjadi karena sebagian korban sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Namun, sejumlah korban tidak berhasil diselamatkan sehingga jumlah korban meninggal terus bertambah.
“Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, pada hari-hari awal bencana tercatat 48 orang meninggal dunia. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 100 orang setelah sejumlah korban luka berat meninggal dunia saat menjalani perawatan.
73.818 Rumah Rusak akibat Gempa
Gempa M7,7 juga menyebabkan kerusakan besar terhadap permukiman warga di sejumlah wilayah Flores.
BNPB mencatat sebanyak 73.818 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa.
Rinciannya terdiri dari:
- 23.276 rumah rusak berat
- 17.563 rumah rusak sedang
- 32.979 rumah rusak ringan
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sebanyak 1.915 fasilitas umum juga dilaporkan terdampak.
Fasilitas yang mengalami kerusakan mencakup sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai infrastruktur lainnya.
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa
Di tengah aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, pemerintah terus melakukan penanganan terhadap dampak bencana di wilayah terdampak.
Upaya tersebut meliputi evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pendataan kerusakan, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik.
Tingginya jumlah warga yang masih mengungsi membuat kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial menjadi perhatian dalam penanganan masa tanggap darurat.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan melalui BMKG sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak.
Dengan tercatatnya 7.029 gempa susulan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
