Di luar distribusi melalui Posko Nasional, bantuan dari pemerintah, pihak swasta, organisasi, maupun masyarakat juga banyak yang dikirim langsung ke wilayah Flores.
Meski distribusi semakin lancar, Suharyanto mengakui masih terdapat pengungsi mandiri yang belum seluruhnya mendapatkan bantuan.
Kondisi tersebut terjadi karena sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri di lokasi yang tersebar. Mereka enggan berpindah ke titik pengungsian terpusat karena masih khawatir terhadap gempa susulan.
“Apakah semuanya sudah tercover? Apakah semuanya sudah dapat? Apakah semuanya sudah cukup? Kami jawab belum cukup,” ujarnya.
BNPB bersama pemerintah daerah terus berupaya menjangkau para pengungsi yang berada jauh dari titik pengungsian utama. Distribusi dilakukan menggunakan kendaraan roda empat, sepeda motor, hingga berjalan kaki.
Metode tersebut juga diterapkan untuk menyalurkan bantuan ke Pulau Palue yang memiliki keterbatasan akses kendaraan.
Stok Bantuan Diperkirakan Cukup 1-2 Pekan
Suharyanto menyebut persediaan logistik yang berada di Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, dan Maumere masih mencukupi kebutuhan pengungsi untuk satu hingga dua pekan ke depan.
Pasokan bantuan juga dipastikan terus bergerak selama masa tanggap darurat berlangsung.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
