Borong, FloresTIMES.ID – Tim KKN Tematik Bencana Alam Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melakukan aksi kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Kelurahan Tana Rata, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan yang digelar Selasa (1/9/2026) tersebut dilakukan secara terpadu. Selain menyalurkan bantuan logistik, mahasiswa KKN Undana juga mendirikan sekolah darurat dan memberikan pendampingan psikososial atau trauma healing kepada anak-anak pengungsi.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Undana terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana, terutama anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan sekaligus tekanan psikologis selama berada di lokasi pengungsian.
KKN Undana Dirikan Sekolah Darurat
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembangunan sekolah darurat di sekitar lingkungan Polres Manggarai Timur.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 Wita tersebut ditujukan untuk memberikan pembelajaran pengetahuan umum kepada anak-anak terdampak gempa.
Sekolah darurat menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk tetap mendapatkan kegiatan belajar di tengah kondisi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.
Kehadiran ruang belajar tersebut juga diharapkan mencegah terputusnya proses pendidikan anak selama mereka masih berada di lingkungan pengungsian.
Bantuan Logistik Disalurkan ke Tiga Kampung
Setelah mendirikan sekolah darurat, Tim KKN Tematik Bencana Undana melanjutkan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan logistik pada pukul 15.00 Wita.
Bantuan tersebut disalurkan ke tiga wilayah di Kelurahan Tana Rata, yakni Kampung Wae Korok sebanyak empat paket, Kampung Sere tiga paket dan Kampung Watunggong satu paket logistik.
Penyaluran dilakukan secara langsung untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan di tengah situasi pemulihan pascagempa.
Anak Pengungsi Diajak Trauma Healing
Tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, Tim KKN Tematik Undana juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak korban gempa.
Kegiatan trauma healing dipusatkan di posko pengungsian halaman Polres Borong. Mahasiswa mengajak anak-anak mengikuti berbagai permainan dan aktivitas yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu mengurangi kecemasan, mengikis rasa takut dan mengembalikan suasana ceria bagi anak-anak di tengah kondisi pengungsian.
Pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena anak-anak dapat mengalami tekanan emosional setelah menghadapi peristiwa gempa dan perubahan lingkungan secara mendadak.
Undana Hadir untuk Kebutuhan Fisik dan Psikologis Korban Gempa
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN Tematik Bencana Undana menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan logistik.
Akses pendidikan dan dukungan psikologis juga menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak selama proses pemulihan.
Sekolah darurat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tetap belajar, sementara trauma healing membantu menciptakan ruang aman bagi mereka untuk bermain, berinteraksi dan mengekspresikan emosi.
Pendekatan terpadu ini diharapkan dapat mengurangi risiko terganggunya proses pendidikan sekaligus mencegah dampak psikologis berkepanjangan pada anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.
Dengan menggabungkan bantuan logistik, pendidikan dan pendampingan psikososial, Tim KKN Tematik Undana berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Kehadiran mahasiswa Undana di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari pengabdian perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan warga setelah bencana. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










