Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 47 anak muda telah mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari pengembangan usaha hingga pengurusan legalitas. Selain itu, 26 peserta program NURTURE berhasil mencatatkan omzet kolektif hampir Rp4 miliar dalam kurun waktu sembilan bulan.
Tak hanya itu, sekitar 85 persen peserta telah mengadopsi teknologi digital dalam menjalankan bisnis, sementara 73 persen lainnya berhasil membangun kemitraan usaha. Program ini juga menjangkau lebih dari 15.000 orang melalui kampanye pangan lokal.
Bupati Edistasius turut mengapresiasi penurunan angka ketimpangan ekonomi di Manggarai Barat, dari 0,324 menjadi 0,317 pada tahun 2025. Ia menyebut program pendampingan tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan sebesar 0,07 poin.
Mengutip ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus, ia mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan melalui konsumsi pangan lokal. “Mengkonsumsi pangan lokal sama dengan mencintai bumi. Ayo kita bisa!” ujarnya.
Sebagai wadah kolaborasi, kegiatan Pasar Kreasi Pangan digelar di Lapangan Parkir Kampung Ujung, Labuan Bajo, pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam sistem pangan untuk mendorong transformasi yang inklusif dan berkelanjutan di Manggarai Barat. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










