Ende, FloresTimes.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Aula Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Ende, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di sela kunjungannya menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT di Kabupaten Ende.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, SVD bersama Wakil Bupati Ende Dominggus Minggu Mere, Ketua Panitia Pembangunan Aula Mikael Badeoda, Pastor Paroki Katedral Ende, serta dihadiri sejumlah bupati dari daratan Flores dan wilayah NTT lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat atas pesta imamat ke-33 Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, SVD.
“Saya mengucapkan selamat pesta imamat ke-33 bagi Uskup Agung Ende. Semoga tetap diberikan kesehatan, terus menjadi inspirasi, berkat, dan panduan bagi umat di Keuskupan Agung Ende serta bersama pemerintah di wilayah pelayanan Keuskupan Agung Ende,” ujar Melki.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Keuskupan Agung Ende dalam membangun aula gereja yang dinilai akan menjadi pusat kegiatan umat dan sarana mempererat persaudaraan.
“Saya mengapresiasi inisiatif Keuskupan Agung Ende membangun aula ini. Semoga aula yang akan dibangun menjadi pusat kegiatan umat dalam mempererat persaudaraan dan mendukung pembinaan iman. Semoga kita saling mendoakan agar dapat bersama-sama membangun Ende menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Uskup Agung Ende, Mgr. Budi Kleden, SVD menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT bersama para kepala daerah.
“Terima kasih sudah berkenan datang. Ini merupakan penghargaan yang luar biasa bagi kami,” ujar Mgr. Budi Kleden.
Ia menjelaskan bahwa Keuskupan Agung Ende yang terdiri dari tiga kevikepan, tiga kabupaten, dan sekitar 80 paroki masih membutuhkan banyak fasilitas pendukung pelayanan gereja seperti aula, gereja, dan rumah pastoran.
“Aula Gereja Paroki Katedral Ende ke depan akan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan termasuk Gereja Katolik. Semua pihak perlu berkontribusi untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, gereja, dan masyarakat sangat penting karena setiap pihak memiliki keterbatasan sekaligus potensi untuk saling melengkapi.
“Kita semua mempunyai sesuatu dan kita semua juga membutuhkan sesuatu. Karena itu pentingnya kerja sama, saling membutuhkan, dan kerelaan untuk berkontribusi dalam bentuk apa pun,” tambahnya.
Mgr. Budi Kleden juga mendoakan agar para pemimpin daerah di NTT dapat menjalankan tugas dengan baik demi kemajuan daerah.
“Kami mendoakan supaya para pemimpin dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi yang semakin dapat dibanggakan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Aula Gereja Katedral Ende, Mikael Badeoda, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan pemerintah dan para donatur terhadap pembangunan aula tersebut.
“Saya bersyukur sekali atas campur tangan Tuhan sehingga hari ini Gubernur, para bupati, serta Wali Kota Kupang dapat hadir dan berkontribusi bagi pembangunan aula ini,” ujarnya.
Mikael menjelaskan pembangunan aula tersebut diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp6 miliar. Hingga saat ini, panitia masih kekurangan dana sekitar Rp3,3 miliar.
“Namun saya percaya kebesaran dan campur tangan Tuhan melalui para donatur dapat menjawab kekurangan ini. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyumbang. Tuhan memberkati karya-karya para donatur,” tutupnya. (ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
