Mbay, FloresTIMES.ID – Petani di kawasan persawahan Boba, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan kondisi jalan tani yang rusak dan terbelah akibat gempa bumi M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Kerusakan jalan diperkirakan mencapai sepanjang 1 kilometer. Kondisi tersebut menghambat aktivitas petani dan menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat yang biasa melintasi jalur tersebut.
Tak hanya akses jalan, warga juga menemukan perubahan kondisi tanah di area persawahan yang menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan mereka.
Jalan Semakin Lebar Setiap Kali Gempa Susulan
Salah seorang warga Kampung Tani Boba, Siprianus Sebo, mengatakan retakan dan belahan pada jalan tersebut muncul setelah gempa utama 15 Agustus lalu.
Menurutnya, kondisi jalan semakin memburuk karena gempa susulan masih terus dirasakan hingga saat ini.
“Kami takut sekali, Pak. Awalnya jalan terbelah itu tidak terlalu lebar, karena gempa susulan tiap hari itu semakin melebar. Dalamnya hampir dua meter dan muncul air,” ujar Siprianus.
Kondisi tersebut membuat Siprianus bersama keluarganya memilih mengungsi ke wilayah Danga karena khawatir terhadap keselamatan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










