Labuan Bajo, FloresTimes.ID – Audit keselamatan, pembenahan infrastruktur, hingga evaluasi berkala fasilitas wisata dinilai perlu segera dilakukan di kawasan wisata Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Langkah cepat tersebut dianggap penting untuk menjamin standar keamanan pengunjung sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium.
Anggota DPRD Manggarai Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat, Hasanudin, menilai tragedi yang terjadi belakangan harus menjadi momentum pembenahan serius terhadap pengelolaan fasilitas wisata di daerah tersebut.
“Di satu sisi ini kecelakaan, tapi di sisi lain saya melihat ada kegagalan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo. Ini masalah serius, bukan hal sepele yang bisa dibiarkan,” ujar Hasanudin, Selasa (26/5/2026).
Keselamatan Wisatawan jadi Sorotan
Menurut Hasanudin, status Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium harus dibarengi dengan fasilitas yang aman, layak, dan terawat.
Ia mengingatkan bahwa jika aspek keselamatan diabaikan, dampaknya tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga dapat merusak reputasi pariwisata Labuan Bajo yang selama ini dibangun secara nasional maupun internasional.
“Saya sangat khawatir dengan citra pariwisata Labuan Bajo. Sekarang kita sudah jadi destinasi premium, tapi kejadian seperti ini justru memberi kesan buruk. Kepercayaan wisatawan adalah aset utama kita, kalau ini rusak, dampaknya panjang,” tuturnya.
Tragedi Jembatan Ambruk di Cunca Wulang
Sorotan terhadap keselamatan wisata semakin menguat setelah musibah ambruknya jembatan gantung kayu di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Minggu (24/5/2026).
Insiden tersebut menewaskan dua wisatawan asal Austria, yakni Jurgen (54) dan Astrid (56), setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ke bebatuan di dasar sungai.
Peristiwa tragis itu memicu kekhawatiran berbagai pihak terkait kondisi infrastruktur wisata di sejumlah destinasi populer di Manggarai Barat.
DPRD Minta Evaluasi Besar-Besaran
Hasanudin yang juga merupakan Sarjana Kehutanan lulusan Universitas Satria Makassar menegaskan bahwa insiden tersebut harus menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan dan pemeliharaan fasilitas wisata, terutama di lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi.
“Pemerintah daerah harus segera lakukan evaluasi besar-besaran. Kenapa kasus seperti ini berulang? Artinya ada masalah mendasar yang belum disentuh. Ini tidak bisa dianggap biasa saja, harus disikapi dengan langkah nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, keselamatan wisatawan berkaitan langsung dengan perputaran ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah. Karena itu, pembenahan fasilitas wisata tidak bisa lagi ditunda.
Infrastruktur Wisata Harus jadi Prioritas
Hasanudin meminta pemerintah daerah menjadikan perbaikan infrastruktur di titik-titik wisata ramai sebagai prioritas utama demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung.
“Perbaikan infrastruktur di titik-titik wisata ramai harus jadi prioritas utama. Kenyamanan dan keamanan wisatawan itu berkaitan langsung dengan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kalau wisatawan aman dan nyaman, ekonomi warga pasti berputar. Jangan sampai karena fasilitas yang tak terurus, kita rugi besar,” pungkasnya. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
