Ia menilai perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak yang masih menjalani kegiatan belajar dalam situasi darurat.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa,” demikian Kholid.
Pemulihan pascagempa di NTT dengan demikian tidak hanya membutuhkan pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga upaya memulihkan rasa aman dan kepercayaan diri masyarakat. Trauma healing diharapkan menjadi bagian integral dari proses pemulihan agar warga tidak terus hidup dalam bayang-bayang bencana. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
