“Bidan dituntut untuk tetap adaptif dan mampu memberikan pelayanan darurat di tengah situasi krisis,” katanya.
Jumiarni menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Tenaga kesehatan perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga mampu mengambil tindakan secara efektif ketika menghadapi keadaan darurat.
Peran bidan dalam penanggulangan bencana, kata dia, mencakup tiga tahapan, yakni sebelum bencana, saat bencana atau tanggap darurat, serta setelah bencana.
“Bidan berperan sebagai garda terdepan dalam penyelamatan kesehatan ibu dan anak melalui tiga tahapan penanggulangan bencana, yaitu pra-bencana, saat bencana atau tanggap darurat, dan pasca-bencana,” jelasnya.
Ia berharap Flores dapat segera pulih dari berbagai dampak bencana, baik dari aspek kesehatan, sosial, pendidikan maupun infrastruktur.
Bupati Flores Timur: Project Mentari Sejalan dengan GO CINTA 2H2
Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, menyambut baik pelaksanaan Project Mentari di daerah tersebut.
Menurut Anton Doni, keberadaan bidan menjadi semakin penting ketika Flores Timur menghadapi situasi bencana, termasuk gempa bumi maupun erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Peran bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak sangat penting saat terjadi bencana. Bidan merupakan garda terdepan untuk mencegah kematian ibu dan bayi baru lahir,” kata Anton Doni.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










