Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Flores Timur memberikan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Ketika bencana terjadi, bidan di puskesmas maupun posko kesehatan harus mampu memberikan pelayanan secara cepat dan adaptif.
Karena itu, Project Mentari dinilai menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kesiapsiagaan para bidan di Flores Timur.
“Flores Timur beruntung mendapatkan project kegiatan ini. Para bidan akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, baik untuk menghadapi situasi bencana maupun dalam melakukan persiapan sebelum bencana,” ungkapnya.
Anton Doni menambahkan bahwa Project Mentari juga sejalan dengan program inovasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bidang kesehatan, salah satunya GO CINTA 2H2.
Program tersebut merupakan inovasi kolaboratif yang diarahkan untuk menurunkan angka stunting serta mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Januari-Agustus 2026, Flores Timur Catat Nol Kematian Ibu dan Bayi
Bupati Anton Doni mengatakan berbagai upaya penguatan pelayanan kesehatan di Flores Timur telah menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu indikatornya terlihat dari tidak adanya kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Flores Timur selama periode Januari hingga Agustus 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










