Topik : 

Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa, Pinka Haprani Gelar Trauma Healing di Manggarai

trauma healing manggarai
Anggota DPR RI, Pinka Haprani bersama anak-anak korban gempa NTT (Foto: Ist)
  • Bagikan

Ruteng, FloresTIMES.ID – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma bagi anak-anak yang menjadi korban.

Kondisi tersebut mendorong Anggota DPR RI Pinka Haprani turun langsung memberikan pendampingan psikososial di Kabupaten Manggarai.

Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) tersebut bersama belasan relawan menggelar kegiatan trauma healing bagi ratusan anak korban gempa di tenda pengganti ruang kelas SD Inpres Robo dan SMPN Satap Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan dirancang untuk mengembalikan keceriaan sekaligus membantu anak-anak mengatasi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami bencana gempa.

Anak Korban Gempa Diajak Bermain hingga Mendongeng

Beragam aktivitas dilakukan dalam kegiatan trauma healing tersebut. Anak-anak diajak bermain, menggambar, bernyanyi, membaca, mendengarkan dongeng hingga bercerita.

Suasana semakin akrab ketika anak-anak berbaur dengan para relawan yang berasal dari sejumlah kampus di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Pinka mengatakan pendampingan psikososial merupakan bagian penting dalam proses pemulihan korban bencana, khususnya anak-anak yang rentan mengalami trauma setelah menghadapi gempa dan gempa susulan.

“Kegiatan ini dalam rangka memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapat pendampingan psikososial,” kata Pinka, Jumat (4/9/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai penanganan bencana tidak cukup hanya berfokus pada perbaikan rumah, fasilitas umum dan infrastruktur yang rusak.

Menurutnya, kondisi psikologis korban, terutama anak-anak, juga harus mendapatkan perhatian agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Trauma Healing Direncanakan Berlangsung 2-3 Bulan

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Taruna Merah Putih yang juga Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rio Dondokambey, serta Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih Stephanie Octavia.

Bupati Manggarai Heribertus Nabit juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pendampingan yang diberikan kepada anak-anak korban gempa.

Program trauma healing tersebut direncanakan tidak berhenti pada kegiatan awal, tetapi akan berlangsung selama sekitar 2-3 bulan ke depan.

Pendampingan berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan anak-anak memperoleh ruang yang aman untuk bermain, belajar dan mengekspresikan pengalaman mereka setelah bencana.

Pinka Salurkan Bantuan untuk Anak dan Keluarga Korban

Selain trauma healing, Pinka bersama para relawan juga menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung aktivitas anak-anak.

Bantuan tersebut berupa buku gambar, buku cerita, bola voli, bola kaki, dua gitar akustik, dua set speaker portabel serta 30 sepeda anak.

Tidak hanya untuk anak-anak, sebanyak 700 paket sembako juga diberikan kepada orang tua korban gempa.

Sementara itu, para relawan turut membagikan susu khusus kepada anak-anak PAUD.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan keluarga korban sekaligus memberikan dukungan bagi anak-anak selama proses pemulihan pascabencana.

Sekolah Minta Pendampingan Dilakukan Berkelanjutan

Kepala SD Inpres Robo, Selviani Diata, mengapresiasi pendampingan psikososial yang diberikan kepada para siswa.

Menurutnya, anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan masih membutuhkan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis mereka setelah gempa.

“Pihak sekolah berharap kegiatan trauma healing dapat dilakukan secara terus-menerus hingga kondisi anak-anak benar-benar bebas dari rasa trauma dan terbiasa dengan gempa susulan,” kata Selviani.

Bagi para korban, pemulihan pascagempa bukan hanya tentang membangun kembali ruang kelas atau rumah yang rusak. Anak-anak juga membutuhkan rasa aman, perhatian dan dukungan agar perlahan dapat kembali menjalani kehidupan seperti sebelum bencana.

Kehadiran program trauma healing di Manggarai menjadi salah satu bentuk dukungan psikososial untuk memastikan anak-anak korban gempa tidak menghadapi trauma seorang diri. (*/ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version