Borong, FloresTIMES.ID – Warga Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikejutkan dengan penemuan dua jenazah ayah dan anak di dalam rumah mereka pada Kamis (11/6/2026).
Kedua korban diketahui berinisial YGRD (34), seorang perawat yang merupakan warga Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, serta anaknya, ABZD (7). Jenazah keduanya ditemukan oleh ibu kandung YGRD, NM (63), bersama adik korban, DSHA (27), saat kembali ke rumah pada sore hari.
Ditemukan setelah Rumah Terkunci dari Dalam
Menurut keterangan keluarga, pada pagi hari mereka sempat pergi ke Kota Borong dan meninggalkan kedua korban di rumah. Sekitar pukul 16.00 Wita, mereka kembali dan mendapati rumah dalam keadaan terkunci.
Setelah beberapa kali memanggil namun tidak mendapat jawaban, NM mengintip melalui jendela kamar dan melihat cucunya dalam posisi terbaring di atas tempat tidur.
Merasa curiga, DSHA kemudian meminta bantuan seorang tetangga berinisial AA (43) untuk membongkar jendela agar dapat masuk ke dalam rumah.
Setelah pintu berhasil dibuka, keluarga menemukan YGRD telah meninggal dunia, sementara anaknya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidur.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian dan tenaga medis setempat.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Pemeriksaan Medis
Petugas Bhabinkamtibmas bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Lawir langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.
Dari hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah YGRD, ditemukan bekas jeratan pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya.
Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap jenazah ABZD menunjukkan adanya dugaan korban mengalami gangguan pernapasan yang menyebabkan kematian.
Polisi juga menemukan sejumlah barang di lokasi kejadian, termasuk beberapa jenis obat-obatan medis yang selama ini dikonsumsi korban YGRD.
Polisi Duga Korban Mengalami Tekanan Psikologis
Kapolres Manggarai Timur AKBP Harianto melalui Kasat Reskrim Iptu Ahmad Zacky Shodri mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan Visum et Repertum, kedua korban diperkirakan meninggal dunia antara pukul 14.00 hingga 16.00 Wita.
“Diduga kuat korban YGRD sebelum mengakhiri hidupnya, terlebih dahulu menyebabkan kematian anaknya. Saat ini kami masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut,” ujar Iptu Ahmad Zacky Shodri, Sabtu (13/6/2026).
Polisi menduga korban YGRD tengah menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari masalah ekonomi hingga proses gugatan perceraian dengan istrinya. Keduanya diketahui telah lama tidak tinggal serumah.
Beberapa waktu sebelum kejadian, YGRD membawa anaknya kembali ke rumah orang tuanya di Desa Golo Lero. Sejak saat itu, ABZD diketahui sudah tidak lagi bersekolah di salah satu sekolah dasar di Borong.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan seluruh fakta dan kronologi yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar yang mengenal kedua korban. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










