iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

BNPB Catat 1.225 Ton Bantuan Masuk ke Flores, Pemulihan Layanan Dasar Mulai Berjalan

Avatar photo
bupati nagekeo
Bupati Nagekeo menyerahkan bantuan kepada korban gempa. (Foto: Prokopim Nagekeo)
  • Bagikan

Jakarta, FloresTIMES.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.225 ton bantuan logistik telah masuk ke wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seiring distribusi bantuan yang semakin lancar, pemerintah juga mulai memulihkan berbagai layanan dasar, mulai dari kesehatan, infrastruktur jalan, listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga telekomunikasi di tujuh kabupaten terdampak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan distribusi logistik saat ini dipusatkan melalui Posko Nasional di Halim Perdanakusuma sebelum diteruskan ke Posko Aju di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko Aju Labuan Bajo melayani empat kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo, termasuk wilayah Pulau Palue.

“Untuk pendorongan logistik, untuk komando pengendalian, di hari ini sudah semakin lancar karena terbentuknya posko-posko baik nasional, daerah,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

1.225 Ton Logistik Masuk ke Flores

BNPB mencatat dari total 1.225 ton bantuan yang masuk ke Flores, sebanyak 869 ton diterima melalui Labuan Bajo, sedangkan 356 ton melalui Maumere.

Di luar distribusi melalui Posko Nasional, bantuan dari pemerintah, pihak swasta, organisasi, maupun masyarakat juga banyak yang dikirim langsung ke wilayah Flores.

Meski distribusi semakin lancar, Suharyanto mengakui masih terdapat pengungsi mandiri yang belum seluruhnya mendapatkan bantuan.

Kondisi tersebut terjadi karena sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri di lokasi yang tersebar. Mereka enggan berpindah ke titik pengungsian terpusat karena masih khawatir terhadap gempa susulan.

“Apakah semuanya sudah tercover? Apakah semuanya sudah dapat? Apakah semuanya sudah cukup? Kami jawab belum cukup,” ujarnya.

BNPB bersama pemerintah daerah terus berupaya menjangkau para pengungsi yang berada jauh dari titik pengungsian utama. Distribusi dilakukan menggunakan kendaraan roda empat, sepeda motor, hingga berjalan kaki.

Metode tersebut juga diterapkan untuk menyalurkan bantuan ke Pulau Palue yang memiliki keterbatasan akses kendaraan.

Stok Bantuan Diperkirakan Cukup 1-2 Pekan

Suharyanto menyebut persediaan logistik yang berada di Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, dan Maumere masih mencukupi kebutuhan pengungsi untuk satu hingga dua pekan ke depan.

Pasokan bantuan juga dipastikan terus bergerak selama masa tanggap darurat berlangsung.

Pemerintah secara bersamaan mulai mempersiapkan tahapan transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

“Ini akan datang terus sampai nanti satu titik memang tanggap daruratnya ini bisa selesai dan kita masuk ke tahap berikutnya yaitu transisi darurat menuju pemulihan bahkan langsung menuju tahap rehabilitasi rekonstruksi,” kata Suharyanto.

Layanan Kesehatan Mulai Pulih

Pemulihan juga mulai terlihat di sektor kesehatan. Dari total 169 puskesmas di Flores, sebanyak 101 puskesmas telah beroperasi normal, sementara 49 puskesmas lainnya masih beroperasi secara terbatas.

Pemerintah juga mendatangkan tenaga kesehatan dari luar Flores untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Di sejumlah fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan, pemerintah memasang tenda perawatan agar pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan.

Dukungan juga datang melalui dua kapal rumah sakit milik TNI AL, yakni KRI dr. Soeharso dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA).

Kementerian Kesehatan turut mengoperasikan dua rumah sakit lapangan yang berada di Ruteng dan Nagekeo.

Seluruh Ruas Jalan Sudah Bisa Dilalui

Pada sektor infrastruktur, BNPB melaporkan seluruh ruas jalan yang sebelumnya terganggu akibat longsor maupun kerusakan jembatan kini sudah dapat dilalui secara fungsional.

Meski kondisi jalan belum seluruhnya kembali seperti sebelum bencana, akses transportasi sudah terbuka sehingga mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi bantuan.

“Kami laporkan bahwa sekarang tidak ada lagi jalan yang tidak bisa dilalui karena longsor atau gara-gara jembatannya rusak. Tidak pulih seperti sebelum terjadi bencana tetapi secara fungsional ini semuanya sudah bisa dilalui,” ujar Suharyanto.

Listrik, BBM dan Telekomunikasi Berangsur Pulih

Pemulihan juga terjadi pada sejumlah utilitas dasar. PLN melaporkan pasokan listrik di Pulau Flores telah pulih 100 persen, sementara pemulihan listrik di Pulau Palue mencapai 84,59 persen.

Untuk kebutuhan BBM, seluruh 56 SPBU di Pulau Flores telah kembali beroperasi. Satu SPBU di Kabupaten Manggarai masih beroperasi dengan skema darurat.

Sementara itu, jaringan telekomunikasi juga dilaporkan telah kembali normal sepenuhnya.

“Untuk BBM, dari 56 SPBU di Pulau Flores ini 56 sudah beroperasi 100%. Satu SPBU di Manggarai beroperasi skema darurat. Telekomunikasi dari Dirut Telkom mengatakan bahwa untuk BTS ini 100% sudah kembali pulih,” kata Suharyanto.

Dengan semakin lancarnya distribusi bantuan dan pulihnya sejumlah layanan dasar, pemerintah kini mulai mengarahkan penanganan bencana menuju fase pemulihan. Namun, kebutuhan pengungsi mandiri di berbagai lokasi terpencil masih menjadi perhatian utama agar tidak ada warga terdampak yang terlewat dari pelayanan dasar. (*/ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *