Hanya Manggarai Barat dan Kota Kupang yang Relatif Mandiri Fiskal, Gubernur Melki Minta Daerah Lain Diperkuat

banggar DPR di labuan
Pertemuan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Jumat (3/7/2026). (Foto: Biro Adpim Setda Provinsi NTT)
  • Bagikan

Meski pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif dengan sektor pertanian sebagai kontributor utama, ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat masih cukup tinggi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyebut ekonomi NTT pada 2026 tumbuh 5,32 persen secara tahunan (year on year).

Baca Juga:
Lima Pejabat Tinggi Pratama Ende Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Integritas

Menurutnya, peningkatan produktivitas pelaku usaha, penyediaan cold storage, penguatan literasi keuangan, dan akses pembiayaan UMKM masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama.

DPR RI Siap Perjuangkan Aspirasi NTT

Dalam sesi diskusi, para kepala daerah menyampaikan berbagai usulan terkait penurunan dana transfer, pembangunan infrastruktur, penguatan hilirisasi, hingga pengembangan sektor pariwisata.

Anggota Banggar DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT, Anita Gah, menegaskan bahwa NTT membutuhkan kebijakan fiskal yang berbeda dengan daerah lain karena merupakan provinsi kepulauan dengan tantangan pembangunan yang lebih kompleks.

Sementara itu, anggota Banggar DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat memastikan seluruh aspirasi pemerintah daerah akan dikawal dalam pembahasan APBN.

Baca Juga:
Wujud Transparansi Anggaran, Pemkab Nagekeo Raih Tiga Penghargaan Kinerja Keuangan dari KPPN Ende

Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan kemandirian fiskal seluruh kabupaten/kota di NTT, sehingga tidak lagi bergantung pada dana transfer pusat sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan. (*/ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version