Meski demikian, Undana menegaskan proses seleksi calon peserta pendidikan dokter spesialis akan tetap dilakukan secara ketat sesuai regulasi nasional dan pengawasan asosiasi dokter spesialis.
Hal itu dilakukan mengingat kuota pendidikan dokter spesialis di Indonesia masih terbatas sehingga kualitas lulusan tetap menjadi prioritas utama.
Selain membahas pendidikan dokter spesialis, audiensi tersebut juga menghasilkan kesepakatan kerja sama riset antara Undana dan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Kerja sama riset ini diharapkan mampu mendukung penyusunan kebijakan publik berbasis data atau evidence-based policy guna mempercepat pembangunan daerah.
Keterlibatan akademisi Undana dinilai penting dalam memetakan potensi serta berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sikka secara ilmiah dan terukur.
Melalui hasil penelitian tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini juga dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis tenaga medis spesialis di wilayah Sikka dan sekitarnya.
Selama ini, keterbatasan dokter ahli menjadi salah satu penyebab tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










