Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Pasutri Wisatawan China saat Snorkeling di Pulau Kelor

wisatawan-meninggal-di-mabar
Tim SAR mengevakuasi korban di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026). (Foto: ist)
  • Bagikan

Kapolres menegaskan bahwa apabila ditemukan unsur kesengajaan mengabaikan standar keselamatan demi kepentingan bisnis, proses hukum akan dilakukan secara tegas.

Dokumen Kapal Disita sebagai Barang Bukti

Sebagai bagian dari proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dokumen kapal, manifes penumpang, serta peralatan snorkeling milik KM Rinca Story.

Baca Juga:
Bank NTT Perkuat Transformasi dan Layanan Perbankan dalam RUPS 2026 di Ende

Polres Manggarai Barat juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal China untuk memfasilitasi proses pemulangan jenazah kedua korban ke negara asal.

Menurut Kapolres, tragedi ini harus menjadi peringatan bagi seluruh pelaku industri pariwisata agar keselamatan wisatawan selalu menjadi prioritas utama.

Kronologi Tragedi di Pulau Kelor

Peristiwa bermula ketika KM Rinca Story bertolak dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 WITA dengan membawa wisatawan domestik dan mancanegara menuju Pulau Kelor.

Setibanya di lokasi, wisatawan terlebih dahulu melakukan trekking sebelum sebagian memilih melakukan snorkeling di sekitar perairan pulau.

Korban kemudian turun ke laut menggunakan masker selam dan kaki katak, namun tanpa mengenakan jaket pelampung. Tidak ada pengawasan langsung dari kru kapal maupun pemandu wisata saat kedua korban berada di dalam air.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version