Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Pasutri Wisatawan China saat Snorkeling di Pulau Kelor

wisatawan-meninggal-di-mabar
Tim SAR mengevakuasi korban di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026). (Foto: ist)
  • Bagikan

Labuan Bajo, FloresTIMES.ID – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat tengah menyelidiki dugaan kelalaian dalam tragedi yang menewaskan sepasang suami istri wisatawan mancanegara (wisman) asal China saat melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026).

Kedua korban diketahui berinisial GX (29) dan suaminya SG (30). Pasangan tersebut sedang berlibur di Labuan Bajo sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus laut saat berenang.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi setiap bentuk kelalaian yang berkaitan dengan keselamatan wisatawan.

“Tidak boleh ada kompromi menyangkut nyawa manusia. Kita tengah membangun citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang aman, nyaman, dan berkelas dunia. Kejadian ini mencoreng upaya tersebut akibat adanya kelalaian prosedur keselamatan yang sangat mendasar,” tegas Christian Kadang, Jumat (17/7/2026).

Polisi Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur Keselamatan

Dalam penyelidikan awal, polisi menemukan sejumlah indikasi pelanggaran prosedur keselamatan selama aktivitas wisata berlangsung.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version