Salah satu perwakilan warga, Sabinus Mustaram, mengatakan kepanikan terjadi sejak gempa pertama pada pukul 05.58 WITA. Saat itu, sebagian masyarakat masih tidur sementara sebagian lainnya sudah terbangun.
Rasa takut semakin kuat karena gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama.
“Rasa takut dan trauma ketika terjadi gempa susulan. Itu yang sampai sekarang masyarakat di Ndehes itu tidur malamnya di tenda-tenda. Rumah yang mereka tinggali mereka lepaskan itu karena takut terjadi gempa susulan,” kata Sabinus.
Kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat. Warga untuk sementara lebih banyak bertahan di tenda masing-masing sehingga aktivitas ekonomi belum dapat kembali berjalan normal.
“Kami merasa bersyukur itu dari Partai Perindo turut mengambil bagian dalam duka yang kami alami. Karena kami saat sekarang itu tidak bisa ke mana-mana untuk mencari nafkah, hanya bertahan di tenda kami masing-masing,” ujarnya.
105 Orang Meninggal, 179 Ribu Warga Mengungsi
Situasi yang dialami warga Manggarai menjadi bagian dari dampak luas gempa Flores M7,7 yang mengguncang wilayah NTT.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disebutkan dalam laporan tersebut, sebanyak 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang mengalami luka-luka, dan 179.037 orang masih mengungsi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










