“Flores Timur hari ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang turun tangan, bukan hanya berkomentar,” tegasnya.
Ia berharap GAMKI Flores Timur bergerak dari organisasi seremonial menjadi gerakan sosial yang benar-benar hadir di tengah persoalan rakyat.
“Kalau rakyat susah, GAMKI harus hadir paling depan,” katanya.
Menurut Doni Dihen, GAMKI harus menjadi gerakan yang bekerja nyata,
melayani masyarakat kecil, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun harapan di tengah krisis.
GAMKI Diminta jadi Jembatan Perdamaian
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan lintas agama dan lintas iman di tengah tantangan sosial saat ini.
Ia menilai media sosial sering memicu perpecahan dan rasa curiga antarwarga, sehingga GAMKI harus hadir sebagai jembatan dialog dan perdamaian.
“GAMKI harus menjadi jembatan dialog, jembatan persahabatan, jembatan perdamaian, dan jembatan kolaborasi orang muda lintas agama dan lintas iman,” ungkapnya.
Doni Dihen menegaskan bahwa seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Flores Timur tetap aman, damai, dan manusiawi.
“Ketika rakyat menderita karena bencana, kita tidak bertanya agamanya apa. Kita hadir karena kemanusiaan,” tegasnya.
Pemuda Kristen Diminta jadi Pelaku Perubahan
Di akhir sambutannya, Bupati Doni Dihen mengatakan Flores Timur memiliki modal sosial, budaya, dan generasi muda yang kuat untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










