iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Gelar Terapi USEFT untuk Siswa PKL, Polres Ende Jaga Kesehatan Mental Pelajar Lebih Tangguh dan Percaya Diri

Avatar photo
terapi kesehatan Polres ende
Sebanyak sembilan siswa SMK Negeri 1 Ende mengikuti sesi terapi yang berlangsung di Gedung Bhayangkara Polres Ende, Rabu (24/6/2026). (Foto: Ros Carmelia/FloresTIMRES.ID)
  • Bagikan

Ende, FloresTIMES.ID – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende menghadirkan pendekatan humanis dengan menggelar Terapi Universal Spiritual Emotional Freedom Technique (USEFT) bagi siswa-siswi yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan mental para pelajar agar lebih siap menghadapi tantangan, sekaligus membangun generasi muda yang tangguh dan percaya diri.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Bupati Flores Timur Minta GAMKI jadi Gerakan Sosial di Tengah Krisis Erupsi Lewotobi

Sebanyak sembilan siswa SMK Negeri 1 Ende mengikuti sesi terapi yang berlangsung di Gedung Bhayangkara Polres Ende, Rabu (24/6/2026).

Program yang diinisiasi Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Ende tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus tindak lanjut program kesehatan mental yang digagas Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.

Bantu Pelajar Kelola Emosi Selama PKL

Praktik Kerja Lapangan menjadi pengalaman baru bagi banyak pelajar. Selain menambah pengetahuan, kegiatan tersebut juga dapat memunculkan tekanan psikologis akibat adaptasi dengan lingkungan kerja.

Melihat kondisi tersebut, Polres Ende menghadirkan terapi USEFT sebagai sarana membantu siswa mengelola emosi, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan ketenangan dan fokus selama menjalani PKL.

Sesi terapi dipandu langsung oleh Aipda Yumias Markus Lete, S.H., Paur Subbag Dalpers Bag SDM Polres Ende yang telah memiliki sertifikasi metode USEFT.

USEFT merupakan teknik terapi yang memadukan pendekatan spiritual, afirmasi positif, dan ketukan ringan (tapping) pada titik-titik meridian tubuh untuk membantu melepaskan emosi negatif.

“Terapi ini sangat bagus untuk adik-adik yang masih sekolah. Mungkin selama ini sering merasa takut, cemas, atau bahkan pernah membuat orang tua kecewa. Melalui metode ini, kita buang semua emosi negatif tersebut,” ujar Aipda Yumias.

Ia menegaskan, Polres Ende ingin para peserta PKL tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki kondisi mental yang lebih sehat.

“Kami ingin memastikan bahwa adik-adik SMK ini tidak hanya pulang membawa ilmu administrasi atau kepolisian, tetapi juga pulang dengan mental yang lebih sehat, tangguh, dan bahagia,” katanya.

Siswa Diajak Lepaskan Beban Emosi

Selama terapi berlangsung, para peserta mengikuti arahan melakukan teknik tapping pada sejumlah titik tubuh, mulai dari dahi, sekitar mata, bawah hidung, dagu hingga dada.

Setiap gerakan diiringi kalimat afirmasi positif yang bertujuan melepaskan berbagai emosi negatif, seperti rasa takut, sedih, marah, kecewa, hingga rasa malas belajar.

Peserta juga diminta memejamkan mata, menenangkan pikiran, dan membangun sugesti positif agar menjadi pribadi yang lebih disiplin, menghormati orang tua, dan memiliki semangat belajar yang lebih baik.

Suasana berlangsung tenang dan penuh kekhusyukan, mencerminkan pendekatan pembinaan yang lebih humanis.

Pelajar Mengaku Lebih Tenang dan Bersemangat

Program tersebut mendapat respons positif dari seluruh peserta.

Sejumlah siswa mengaku merasakan perubahan emosional setelah mengikuti terapi USEFT.

“Saya merasa lebih semangat dan jauh lebih baik,” ungkap salah seorang peserta.

Peserta lainnya mengatakan dirinya merasa lebih tenang setelah mengikuti seluruh rangkaian terapi.

“Bagi saya pribadi, rasanya menjadi lebih tenang dan lebih baik setelah mempraktikkan teknik tadi,” ujarnya.

Baca Juga:
Festival Pangan Lokal FEAST Digelar di Labuan Bajo, Wabup Manggarai Barat Dorong Ketahanan Pangan

Para siswa juga mengaku rasa lelah dan tekanan yang sebelumnya dirasakan berkurang, digantikan dengan energi positif untuk melanjutkan kegiatan PKL.

Polri Hadir Mendampingi Generasi Muda

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan. Melalui terapi USEFT, Polres Ende menunjukkan bahwa peran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda.

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu pelajar menghadapi tantangan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari dengan kondisi psikologis yang lebih sehat.

Bagi para siswa peserta PKL, pengalaman tersebut bukan hanya menambah wawasan tentang dunia kepolisian, tetapi juga menjadi bekal untuk membangun mental yang kuat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan. (ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *