Jejak Sunyi Aipda Sukiman di Elar: Ketika Polisi Datang Membawa Harapan

Aipda lalu sukirman
Aipda Lalu Sukiman bersama salah satu lansia di kampung Elar. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Motor tuanya bukan sekadar alat transportasi.

Ia adalah saksi perjalanan empati.

Dari satu kampung ke kampung lain, dari satu luka ke luka lain yang sering tak terlihat.

Lebih dari Sekadar Tugas

Bagi sebagian orang, seragam polisi identik dengan aturan dan penegakan hukum.

Namun di Elar, seragam itu punya makna lain.

Ia menjadi jembatan.

Ia menjadi pelukan.

Ia menjadi tanda bahwa negara, dalam bentuk paling sederhana, masih hadir.

“Ia tidak datang sebagai pejabat. Ia datang sebagai pelayan,” kata seorang warga.

Dan mungkin, di situlah letak kekuatan sebenarnya.

Bukan pada kewenangan, tetapi pada ketulusan.

Api Kecil di Kampung Sunyi

Atas dedikasinya, Aipda Sukiman pernah menerima penghargaan dari Polres Manggarai Timur. Namun bagi warga, penghargaan terbesar bukanlah piagam.

Melainkan kehadirannya.

Di perbukitan sunyi itu, jejak langkahnya tertinggal di jalan-jalan berbatu. Ceritanya hidup dari mulut ke mulut.

Tentang seorang polisi yang datang bukan untuk menghakimi, tetapi untuk peduli.

Dan di tempat di mana harapan sering terasa jauh, Sukiman menjadi api kecil yang terus menyala.

Diam-diam.

Namun menghangatkan. (*/ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version