iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jejak Sunyi Aipda Sukiman di Elar: Ketika Polisi Datang Membawa Harapan

Avatar photo
Aipda lalu sukirman
Aipda Lalu Sukiman bersama salah satu lansia di kampung Elar. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Borong, FloresTimes.ID – Pagi baru saja merekah di balik perbukitan Elar. Kabut tipis masih menggantung di antara jalan tanah yang berliku, ketika seorang pria berseragam polisi melangkah pelan, menembus sunyi.

Namanya Aipda Lalu Sukiman.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Di pundaknya, bukan hanya ransel berisi perlengkapan sederhana—buku catatan, kotak P3K, dan selebaran informasi—tetapi juga harapan dari mereka yang kerap luput dari perhatian.

Tak ada mobil dinas. Tak ada pengawalan. Hanya langkah kaki dan sesekali deru motor tua yang setia menemaninya menyusuri jalan berbatu, menyeberangi sungai kecil, hingga mendaki lereng curam di pelosok Manggarai Timur.

Di tempat seperti ini, Sukiman dikenal bukan karena pangkatnya.

Ia dipanggil “Bapak”.

Datang untuk Mendengar

Warga mengenalnya dari cerita ke cerita—tentang polisi yang rela berjalan berjam-jam hanya untuk menjenguk anak sakit, mendamaikan warga yang berselisih, atau sekadar duduk di beranda bambu, mendengarkan keluh kesah petani jagung dan peternak babi.

Ia tidak datang membawa rasa takut.

Ia datang membawa waktu.

Dan di tempat yang sering tak tersentuh negara, kehadiran seperti itu menjadi sangat berarti.

Tangisan di Balik Bukit

Suatu hari, langkah Sukiman membawanya ke Desa Legur Lai. Jalanan sunyi, berbatu, dan jauh dari sorotan.

Baca Juga:
Bupati Flores Timur Lantik Kades Antar Waktu Kawalelo, Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan dan Bersatu Bangun Desa

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *