“Saya sangat berterima kasih banyak buat umat yang sempat hadir. Walaupun dalam situasi hujan yang tidak mendukung, kita tetap setia bersama patung Bunda Maria,” ujar RD. Yohanes di depan altar gereja.
Ia juga mengakui berbagai tantangan yang dihadapi umat, mulai dari musim panen hingga keterbatasan transportasi di wilayah tersebut. Menurutnya, segala kesulitan itu perlu diserahkan kepada Bunda Maria melalui doa dan iman yang teguh.
Romo Yohanes turut meminta maaf kepada umat karena kondisi cuaca membuat seluruh peserta perarakan basah kuyup sepanjang jalan Trans Provinsi Utara Ende–Wewaria–Maurole.
Jadwal Doa Disesuaikan, OMK Diminta Jaga Keamanan
Karena kondisi umat yang kelelahan dan basah akibat hujan deras, RD. Yohanes memutuskan perayaan Misa belum dilaksanakan pada hari itu. Sebagai gantinya, umat dari setiap KUB (Kelompok Umat Basis) atau lingkungan diberikan kesempatan untuk datang berdoa secara khusus di gereja mulai Jumat malam hingga Sabtu pagi.
Romo Yohanes juga mengumumkan bahwa seluruh umat diwajibkan mengikuti ibadah bersama pada Sabtu (23/5/2026) pukul 07.00 WITA di gereja. Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, arca Bunda Maria akan kembali diarak menuju Gereja Kamubheka, Maukaro.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










