iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bentrok Berdarah di Adonara, Dua Warga Tewas dan Tiga Terluka dalam Konflik Tanah Adat

Avatar photo
konflik adonara
Aparat TNI ikut turun lapangan saat konflik berlangsung. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Pada 9 Mei 2026, bentrokan serupa juga mengakibatkan belasan rumah terbakar dan tujuh warga mengalami luka tembak hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebagai bagian dari upaya meredam konflik, warga dari kedua desa bahkan sempat menyerahkan ratusan senjata api rakitan kepada Polres Flores Timur pada awal Juli 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Namun, langkah tersebut belum mampu menghentikan konflik yang kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026).

Polisi dan Pemerintah Diharapkan Wujudkan Perdamaian

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik tanah adat secara menyeluruh melalui dialog, mediasi, dan penegakan hukum yang adil.

Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur kini diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah rekonsiliasi guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Pulau Adonara.

Sementara itu, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan sambil melakukan penyelidikan terhadap insiden yang menewaskan dua warga tersebut. (*/ft1)

Baca Juga:
Pria Tewas Ditikam di Sikka, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam Usai Bentrokan Berdarah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *