Topik : 

Korban Meninggal Gempa Flores Tembus 87 Orang, 1.298 Luka-Luka

gedung rusak
Sebuah gedung runtuh akibat gempa M7,7, Sabtu (15/8/2026) lalu. (Foto: Ist)
  • Bagikan

Ruteng, FloresTIMES.ID – Dampak gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Hingga Sabtu (22/8/2026), BNPB mencatat 87 orang meninggal dunia dan 1.298 orang mengalami luka-luka.

Data tersebut disampaikan Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB, Berton Panjaitan, dalam perkembangan terbaru penanganan bencana gempa Flores.

Dari total korban luka-luka, sebanyak 336 orang mengalami luka berat. Sementara korban lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda dan masih mendapatkan penanganan.

Manggarai dan Manggarai Timur jadi Daerah dengan Korban Tertinggi

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 31 orang.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Manggarai Timur dengan 30 korban meninggal dunia.

Sementara itu, korban meninggal di wilayah lainnya tercatat:

  • Nagekeo: 13 orang
  • Sikka: 9 orang
  • Ngada: 4 orang
  • Ende: 2 orang
  • Manggarai Barat: 1 orang

Total korban meninggal dunia dari tujuh kabupaten tersebut mencapai 87 orang.

1.298 Orang Luka-Luka, Manggarai Timur Terbanyak

Selain korban meninggal, jumlah masyarakat yang mengalami luka-luka juga cukup besar.

Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka terbanyak, mencapai 643 orang. Kabupaten Manggarai berada di urutan berikutnya dengan 285 orang luka-luka.

Tingginya jumlah korban luka menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap masyarakat, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dan tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah situasi darurat.

Sebagian korban mengalami luka berat sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

5.012 Gempa Susulan Masih Terjadi

Penanganan korban berlangsung di tengah aktivitas gempa susulan yang belum berhenti.

BNPB mencatat hingga Sabtu telah terjadi 5.012 gempa susulan pascagempa utama. Gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 124 kali gempa dirasakan oleh masyarakat.

Aktivitas tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah masih berada dalam kondisi waspada dan sebagian memilih bertahan di lokasi pengungsian.

150 Ribu Lebih Warga Masih Mengungsi

Besarnya dampak bencana juga terlihat dari jumlah masyarakat yang harus meninggalkan rumah.

BNPB mencatat 150.576 orang masih berada di pengungsian.

Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni 41.427 orang. Kemudian Nagekeo sebanyak 34.256 orang dan Manggarai Timur mencapai 31.372 orang.

Dengan puluhan ribu warga masih berada di pengungsian, kebutuhan terhadap makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, hingga dukungan psikososial terus menjadi perhatian pemerintah.

Ribuan Personel Dikerahkan

Untuk menangani dampak bencana, ribuan personel gabungan telah dikerahkan ke wilayah terdampak.

Tercatat 5.832 personel TNI, 238 personel Polri dan 903 relawan terlibat dalam penanganan di lapangan.

Para relawan berasal dari 104 lembaga, termasuk kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BNPB telah mendistribusikan 954 ton bantuan logistik sejak 15 Agustus 2026 melalui 68 sorti penerbangan.

Bantuan tersebut dikirim melalui jalur udara menuju Labuan Bajo dan Maumere sebagai pintu masuk utama distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Di tengah masih berlangsungnya gempa susulan, pemerintah terus memperkuat penanganan darurat. Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban, memberikan layanan kepada warga yang terluka, memenuhi kebutuhan pengungsi, serta memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak di seluruh wilayah Flores. (ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version