iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Pasutri Wisatawan China saat Snorkeling di Pulau Kelor

Avatar photo
wisatawan-meninggal-di-mabar
Tim SAR mengevakuasi korban di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7/2026). (Foto: ist)
  • Bagikan

Sekitar pukul 12.00 WITA, GX ditemukan mengapung dalam kondisi tidak sadar. Wisatawan lain bersama kru sempat memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR), namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Tak lama kemudian diketahui SG yang berenang bersama istrinya hilang dari permukaan laut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Ditemukan di Kedalaman 32 Meter

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat bersama Basarnas, TNI AL, Syahbandar, dan unsur terkait segera menggelar operasi pencarian dengan melibatkan 29 personel.

Jenazah GX lebih dahulu dievakuasi menuju RSUD Komodo untuk menjalani proses visum.

Sementara itu, setelah hampir tiga jam penyelaman, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad SG di dasar laut pada kedalaman sekitar 32 meter di perairan timur Pulau Kelor sekitar pukul 16.45 WITA.

Polisi menduga kedua korban terseret arus laut yang cukup kuat hingga mengalami kelelahan ekstrem sebelum akhirnya tenggelam.

Baca Juga:
Lima Pejabat Tinggi Pratama Ende Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Integritas

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam operasional wisata bahari tersebut, sekaligus menjadi evaluasi terhadap penerapan standar keselamatan bagi seluruh operator wisata di Labuan Bajo. (*/ft1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *