“Barang bukti ini diserahkan secara sukarela oleh masyarakat pascakonflik. Ini menjadi simbol kuat bahwa masyarakat ingin hidup damai,” katanya.
Pendekatan Humanis Berhasil Redam Konflik
AKBP Adhitya menjelaskan, keberhasilan mengumpulkan ratusan senjata tersebut tidak terlepas dari pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan Polres Flores Timur bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus memahami budaya dan karakter masyarakat setempat.
“Kami mengedepankan dialog dan pendekatan sosial. Ketika masyarakat kooperatif, kami lebih mengutamakan terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai konsekuensi hukum atas kepemilikan senjata api rakitan.
“Kami menjelaskan sanksi hukum yang dapat dikenakan. Setelah memahami hal tersebut, masyarakat dari kedua desa akhirnya bersedia menyerahkan senjata secara sukarela,” tambahnya.
Kolaborasi jadi Kunci Keberhasilan
Kapolres menegaskan, keberhasilan menciptakan perdamaian di Adonara merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, mulai dari aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










