BNPB mencatat 46.461 warga masih berada di lokasi pengungsian hingga 15 September 2026. Sebelumnya, jumlah pengungsi sempat mencapai lebih dari 150 ribu jiwa.
Penurunan tersebut menunjukkan sebagian warga telah meninggalkan lokasi pengungsian. Namun, puluhan ribu warga masih membutuhkan dukungan selama proses penanganan dan pemulihan pascagempa berlangsung.
Kebutuhan warga terdampak tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal sementara, tetapi juga pemulihan rumah, layanan dasar, kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan sehari-hari.
Lebih dari 103 Ribu Rumah Masuk Pendataan
Selain korban jiwa dan pengungsi, pendataan kerusakan rumah warga juga terus dilakukan pemerintah.
Hingga Selasa (15/9/2026), tercatat 103.427 unit rumah masuk dalam data kerusakan akibat gempa Flores. Data tersebut mencakup rumah dengan kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan.
Namun, angka tersebut masih dalam proses validasi dan verifikasi oleh pemerintah bersama pemerintah daerah.
BNPB menekankan pentingnya pendataan berbasis by name by address untuk memastikan setiap rumah yang masuk dalam data benar-benar teridentifikasi pemilik dan lokasinya.
“Kami perlu memperoleh data by name by address, yaitu siapa pemilik dari setiap rumah tersebut dan alamatnya yang jelas,” jelas Berton.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










