“Kami menemukan fakta bahwa tidak ada tour guide resmi dan bersertifikat yang mendampingi wisatawan. Petugas dan pemandu lokal juga belum pernah mendapatkan pelatihan keselamatan wisata yang memadai,” tambah AKBP Christian.
Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi kunci, yakni Kepala Desa Cunca Wulang, petugas pos retribusi, pemandu lokal, sopir kendaraan korban, dan anggota Bhabinkamtibmas yang pertama mengamankan lokasi.
Polisi juga menjadwalkan pemanggilan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pengelolaan objek wisata tersebut.
“Kami tidak berhenti pada pemeriksaan saksi di lapangan saja. Kami akan meminta klarifikasi dari dinas terkait mengenai pengawasan dan aspek keselamatan di kawasan wisata Cunca Wulang,” tegas Kapolres.
Untuk memperkuat penyelidikan, kepolisian turut menggandeng ahli teknik sipil guna menganalisis kelayakan struktur jembatan gantung tersebut.
“Kami ingin memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kegagalan struktur akibat faktor alam,” jelasnya.
Sejumlah dokumen penting, termasuk buku registrasi pengunjung dan dokumen pengelolaan kawasan wisata, telah diamankan sebagai barang bukti.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










