Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil melacak keberadaan TK dan mengamankannya tanpa perlawanan.
Setelah ditangkap, TK langsung dibawa ke Mapolres Sikka untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar, satu korban telah meninggal dunia, satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS TC Hillers Maumere, sedangkan terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Sikka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
Polisi Dalami Motif dan Kronologi
Saat ini penyidik Polres Sikka masih mendalami motif, kronologi lengkap kejadian, serta hubungan antara dugaan penganiayaan yang sebelumnya terjadi di Pasar Wairkoja dengan bentrokan yang berujung maut di Desa Heopuat.
Penyidik juga terus melengkapi alat bukti, memeriksa saksi tambahan, serta menunggu perkembangan kondisi korban yang masih dirawat sebagai bagian dari proses pembuktian.
Polres Sikka menegaskan seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat penegak hukum dan tidak menyelesaikan konflik dengan cara kekerasan, sehingga peristiwa serupa yang mengakibatkan korban jiwa tidak kembali terulang. (*/ft1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










