Warga Sikka Ditemukan Meninggal Tergantung di Pohon Asam, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

bundir
Ilustrasi
  • Bagikan

Maumere, FloresTIMES.ID – Seorang warga Dusun Habihodot, Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka berinisial WKB (49) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di sebatang pohon asam di kawasan kebunnya, wilayah Watuaduk, Desa Talibura.

Kepolisian memastikan penanganan kasus telah dilakukan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Berpamitan Memberi Makan Ternak

Peristiwa bermula pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA ketika korban berpamitan kepada istrinya, KEP, untuk memberi makan ternak babi di belakang rumah.

Aktivitas tersebut merupakan rutinitas korban sehingga kepergiannya tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga.

Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali. Keluarga sempat melakukan pencarian di sekitar rumah, tetapi keberadaan korban tidak ditemukan.

Ditemukan Meninggal di Kebun

Keesokan harinya, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 07.30 WITA, istri korban meminta bantuan warga setelah suaminya tidak pulang sejak sehari sebelumnya.

Sejumlah warga, yakni Hendrikus Nong Heli, Kristianus Kowan, dan Marselinus Marsel kemudian melakukan pencarian ke kebun milik korban di kawasan Watuaduk.

Sekitar pukul 10.00 WITA, mereka menemukan korban telah meninggal dunia dalam posisi tergantung di sebatang pohon asam menggunakan tali nilon berwarna biru yang melilit lehernya.

Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada Pos Pengamanan Talibura yang kemudian diteruskan ke Kapolsek Waigete.

Polisi Lakukan Olah TKP

Menerima laporan tersebut, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sikka.

Olah TKP dipimpin Kapolsek Waigete, IPTU Muhammadong, didampingi Baur Identifikasi Polres Sikka, Briptu Nifren Wuwur, bersama personel lainnya.

Selain melakukan dokumentasi dan identifikasi, petugas juga menginventarisasi kondisi di sekitar lokasi guna memastikan penyebab kejadian berdasarkan fakta-fakta di lapangan.

Hasil Pemeriksaan Medis

Di waktu yang sama, polisi berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Watubaing untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Pemeriksaan dilakukan oleh dr. Servasius Suwaldus Situ bersama tim medis.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Temuan tersebut sejalan dengan hasil olah TKP Tim Inafis yang juga tidak menemukan indikasi adanya dugaan tindak pidana sebagai penyebab kematian korban.

Baca Juga:
WALHI NTT Soroti Vonis Bebas Yohanes Flori, Dinilai Cermin Kegagalan Negara Kelola Konflik Adat

Keluarga Tolak Autopsi

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Penolakan autopsi disampaikan secara tertulis sesuai ketentuan yang berlaku.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Dusun Habihodot, Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait peristiwa tersebut. (*/ft1)

Catatan Redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Segera bicarakan dengan keluarga, sahabat, tokoh agama, atau tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan dukungan dan pertolongan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version