Menurutnya, kembali berjalannya aktivitas pendidikan akan memberikan tanda nyata bahwa proses pemulihan mulai berlangsung.
“Pendidikan bergerak akan menimbulkan suasana bahwa pemulihan itu terasa. Harus mulai dibuka agar kondisi pemulihan semakin nyata,” kata Melki.
Ia menekankan pemulihan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali gedung sekolah.
Anak-anak, guru dan seluruh ekosistem pendidikan harus mendapatkan perhatian yang sama.
Saat ini, sejumlah sekolah terdampak mulai kembali menggelar pembelajaran meski dalam kondisi terbatas. Sekolah memanfaatkan berbagai alternatif ruang belajar, mulai dari tenda, ruang darurat, ruang kelas yang masih aman hingga tempat terbuka.
Di SMA Negeri Maurole, Kabupaten Ende, misalnya, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara terbatas dengan memanfaatkan tenda dan ruang terbuka.
Sementara di SMAN 4 Satarmese, Kabupaten Manggarai, proses pembelajaran berlangsung menggunakan ruang darurat.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SMA, SMK dan SLB lain yang berada di wilayah terdampak gempa.
Tenda Belajar jadi Kebutuhan Mendesak
Gubernur Melki meminta kebutuhan ruang belajar darurat segera dipetakan secara sistematis.
Sekolah yang mengalami kerusakan dan belum dapat digunakan harus segera mendapatkan alternatif tempat belajar sehingga siswa tidak terlalu lama kehilangan rutinitas pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp FloresTimes.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










